Apa Itu Jurnalistik? Sejarah Jurnalistik Di Indonesa Dan Jenis-Jenis Jurnalistik

Apa Itu Jurnalistik? Sejarah Jurnalistik Di Indonesa Dan Jenis-Jenis Jurnalistik

By

Pernahkah anda mendengar tentang jurnalistik. Kata jurnalistik identik dengan berita. Secara garis besar jurnalistik merupakan sebuah kegiatan untuk mencari dan merangkum sebuah berita yang berada di lingkungan sekitar.

Jurnalistik juga merupakan salah satu jenis pekerjaan yang sangat menjanjikan.

Jika anda belum mengetahui apa itu jurnalistik? Yuk simak artikel berikut ini!

Apa Itu Jurnalistik?

Jurnalistik adalah sebuah porses, teknik, dan sebuah ilmu pengumpulan, penyuntingan, dan publikasi berita.

Jurnalistik berasal dari kata “journal” yang memiliki arti catatan berita tentang kejadian sehari-hari.

Secara etimologi, jurnalistik adalah sebuah laporan tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari atau sekarang dikenal sebagai berita.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, jurnalistik adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis surat kabar atau berita sehari-hari.

Sejarah Jurnalistik Di Indonesia

Jurnalistik pertama kali masuk Indonesia dibawa oleh apra penjajah Belanda. Pada era penjajahan Belanda, jurnalistik digunakan sebagai alat perjuangan dengan menyebarkan berita-berita penting.

Pada masa kedudukan jepang, koran dilarang untuk meyebarkan berita. Hanya ada 5 jenis media yang dapat digunakan untuk menyebarkan berita seperti  Sinar Baru, Raja Asia, Suara Asia, Tjahaja, dan Sinar Matahari.

Setelah Indonesia merdeka. Pemerintah Indonesia menggunakan radio untuk menyebarkan informasi dan komunikasi. Radio yang digunakna oleh indonesia adalah Radio Republik Indonesia atau RRI.

Fungsi Jurnalistik

Jurnalistik berfungsi untuk membagikan informasi sehari-hari kepada masyarakat luas adalah masyarakat tersebut mengetahui juga informasi atau berita yang sedang terjadi.

Media massa sangat membantu masyarakat dengan cara memberikan suatu berita yang terjadi di lingkungan sekitar sehingga membuat masyarakat dapat mengenali permasalahan yang ada di sekitarnya.

BACA JUGA :   Apa Itu Gap Year? Manfaat Gap Year Dan Dampak Negatif Gap Year

Dengan adanya sebuah pemberitaan tersebut, kebenaran berita menjadi dasar dari suatu tindakan yang akan diambil oleh masyarakat.

Selain itu, jurnalistik juga berungsi untuk membangun suatu masyarakat. Berita yang disuguhkan oleh para jurnalistik dapat mendorong suatu kelompok masyarakat untuk membantu permasalahan yang ada.

Jurnalistik juga berfungsi untuk memenuhi hak-hal setiap warga negara dengan mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Media massa juga merupakan media yang tepat bagi masyarakat untuk menyuarakan hak-haknya melalui sebuah berita yang ditulis.

Jenis-Jenis Jurnalistik

Berdasarkan media yang digunakan untuk membagikan informasi, jurnalistik terdiri dari tiga jenis, yakni.

Jurnalistik Cetak

Jurnalistik cetak adalah proses jurnalistik yang dilakukan menggunakan media cetak seperti koran, surat kabar, majalah, dan tabloid.

Jurnalistik Elektronik

Jurnalistik elektronik adalah suatu jenis jurnalistik yang prosesnya dilakukan menggunakan media elektronik seperti radio, televisi, dan film.

Jurnalistik Online

Jurnalistik online adalah suatu proses jurnalistik ayng penyebarannya dilakukan menggunakan perangkat internet seperti situs web berita atau portal berita.

Kode Etik Jurnalistik

Sebagai seorang jurnalistik, terdapat beberapa kode etik yang harus dipatuhi dan menjadi pedoman para jurnalistik untuk mencari berita. Kode etik tersebut yakni.

  • Independen, akurat, berimbang, dan tidak memiliki maksud buruk untuk membuat berita.
  • Profesional dengan cara menghormati privasi orang, tidak menyuap, berita yang dibuat jelas, tidak plagiat, dan menggunakan cara-cara tertentu untuk melibut berita.
  • Berimang dengan tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi seseorang.
  • Tidak membuat berita boghong, fitnah, dan sadis yang dapat memecah belah.
  • Tidak menerima suap.
  • Bersedia melindungi hak narasumber dengan tidak memberikan identitasnya, menghargai ketetntuan embargo, dan indormasi latar belakang.
  • Tidak membuat berita berdasarkan suatu prasangka dan diskriminasi SARA.
  • Menghormati kehidupan pribadi narasumber.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like