Apa Itu Zonasi? Sistem Zonasi Dalam Dunai Pendidikan Indonesia

Apa Itu Zonasi? Sistem Zonasi Dalam Dunia Pendidikan Indonesia

By

DatabaseArtikel.comZonasi merupakan kata yang belakangan ini sering kita dengan, terutama dalam dunia pendidikan di Indonesia. Pembagian peserta didik untuk menentukan sekolah kini ditentukan dengan zonasi.

Sesuai dengan peraturan permendikbud yang baru, peserta didik harus memilih sekolah yang masuk kedalam zonasinay. Zonasi digunakan sebagai sistem untuk meratakan kualitas pendidikan di Indonesia.

Nah, sekarang kita akan bahas secara rinci zonasi dalam dunai pendidikan? Yuk simak dengan sesama artike berikut ini.

Zonasi Dalam Dunia Pendidikan

Apa itu zonasi? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan bawah zonasi adalah adalah pembagian atau pemecahan suatu areal menjadi beberapa bagian, sesuai dengan fungsi dan tujuan pengelolaan.

Di Indonesia, zonasi menjadi sebuah sistem yang digunakan dalam dunia pendidikan Indonesia sebagai alat untuk meratakan pendidikan. Zonasi mengharuskan peserta didik untuk bersekolah di sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka.

Sebelum ada zonasi, peserta didik selalu memilih tempat atau sekolah favorit meskipun jaraknya jauh dari tempat tinggal mereka.

Sekarang, dengan adanya sistem zonasi, diharapkan kwalitas pendidikan merata di setiap sekolah, baik pada sekolah swasta maupun negeri.

Dalam peraturan permendikbud No. 51/2018, setiap peserta didik diberikan opsi untuk memilih tiga sekolah yang masih berada di zonainya dan masih memiliki kuota penerimaan.

Selain digunakan untuk menentukan sekolah bagi para peserta didik, sistem zonai dalam dunia pendidikan nantinya akan digunakan untuk menyalurkan para tenaga pendidik atau guru sesuai dengan zonasinya.

Pembagian atau penyaluran guru sesuai zonasi diharapkan dapat menghasilkan pemerataan kualitas pendidikan.

Jarak Zonasi Sekolah.

Untuk menentukan sekolah yamg di iginkan, peseta didik harus memilih sekolah yang memiliki arak 500 meter sampai 700 meter. Namun hal tersebut tidaklah menjadi patokan.

BACA JUGA :   Apa itu SnapChat ? Fitur dan Kegunaannya Terbaru 2019.

Selain jarak tersebut, jumlah kuota dalam setiap sekolah merupakan salah faktor penerimaan peserta didik.

Dalam peraturannya, sekolah wajib menerima 80% peserta didik yang masuk dalam zonasinya. Elebihnya dapat diambil dari sistem lain seperti jalur prestasi.

Pro Dan Kontra Penggunaan Sistem Zonasi.

Dalam penerapannya, terdapat beberapa pro dan kontra tentang sistem zonasi ini. Kebanyakan para orang tua menentang diterapkannya sistem zonasi karena akan menghambat anaknya untuk masuk ke sekolah favorit.

Namun meski begitu, tidak sedikit pula yang mendukung diterapkannya sistem zonasi ini.

Berikut beberapa alasan masyarakan yang pro atau setuju dengan diterapkannya sistem zonasi.

  • Pemerataan pendidikan dan kesempatan yang sama bagi siswa.
  • Dapat membatu sekolah yang sepi peminat untuk mendapatkan siswa.
  • Menghilangkan stigma sekolah berprestasi dan sekolah tidak favorit.
  • Mengurangi jual beli kursi sekolah oleh oknum.
  • Mengurangi kemacetan, khususnya di kota-kota besar yang padat penduduknya.

Sedangkan alasan masyarakat yang tidak setuju tentang penerapan sisietm zonasi adalah.

  • Fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar masih belum merata.
  • Menimbulkan kecemburuan sosial bagi pelajar berprestasi dan yang biasa saja.
  • Orang tua belum siap menerima keinginan siswa yang tidak bisa masuk sekolah negeri.
  • Dirasa mesih belum siap karena tidak semua tersedia infrastrukturnya.
  • Sebagian daerah menjadi lebih jauh sekolahnya, bahkan belm ada sekolah negerinya.

*****

Sekarang tahukan apa itu zonasi? Dan aplikasinya dalam dunia pendidikan di Indonesia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda. Silakan sharing dan berikan komentar di bawah ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like